Pertolongan Allah itu dekat

Posted by Violet 10.12, under | No comments

Bismillah...
Tulisan ini saya buat sebagai bahan pembelajaran bagi diri pribadi dan semoga bermanfaat juga bagi yang lain.

Cerita ini berawal ketika sekitar dua tahun lalu saya menghadapi masalah yang lumayan berat; berada dalam fase krisis keuangan yang benar-benar menguras pikiran.
Suatu ketika saya sangat membutuhkan uang sekitar 1 juta rupiah untuk suatu keperluan mendesak.Saya coba pinjam ke teman-teman terdekat tapi tidak berhasil. Akhirnya seorang teman dekat saya mengusulkan agar meminjam uang pada seorang teman semasa MTS dulu yang saat itu tinggal di Bogor. Sebut saja Bunga namanya.Well, 'power of kepepet' saya muncul. :D
Meski sangat malu dan segan karna jarang berkomunikasi dengannya, saya beranikan diri meminjam uang walau tak yakin akan terbantu. Setelah mengirim pesan singkat, saya pun mendapan balasan dari Bunga yang berupa kabar gembira. Teman saya ini bisa meminjamkan uang walau hanya separuh. Ya, Alhamdulillah. Meski hanya separuh dari yang saya perlukan, saya benar-benar sangat bersyukur saat itu.
Kamipun segera membuat janji temu untuk membuat kesepakatan. Dan alhamdulillah dengan izin Allah saya sudah mengembalikan uang Bunga meski telat dua hari dari yang dijanjikan. :(

Hampir dua tahun berlalu. Tak ada lagi kabar terbaru dari Bunga selain berita pernikahannya. Dan di awal bulan desember 2013 lalu, Bunga mengirim inbox di fb saya. Dengan segala kerendahan hati dia pun menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi saya. Bunga bermaksud meminjam uang pada saya sebanyak dua Juta rupiah. Ia tengah mengalami masalah ekonomi yang sepertinya lebih berat dari yang pernah saya alami dulu. Saya teringat kebaikan Bunga ketika meminjamkan uang dan sudah tentu saya ingin sekali bisa membalas budi baiknya. Sayangnya saat itu saya tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya saya hanya bisa meminjamkan separuh dari yang Bunga perlukan yaitu 1 juta rupiah. itu adalah uang simpanan yang awalnya akan saya kirim untuk ibu dikampung. Dan saya tidak begitu keberatan ketika Bunga bilang kemungkinan baru bisa mengembalikan uang saya sekitar bulan Mei 2014.
Ketika uang telah saya transfer untuk Bunga, ia mengucapkan terimakasih dan memberi saya do'a terbaik secara bertubi-tubi. Kata-katanya masih saya ingat jelas, 'Semoga Allah bales semua kebaikan Lo ya.. semoga dimudahkan segala urusannya. dan semoga lo dapet rezeki yang banyak dari sisi manapun yang gak terduga'.
Saya simpan rapi do'a Bunga dalam benak dan hati saya. Berharap semoga do'a nya terkabul.

Dan kini, saya merasa bahwa do'a Bunga untuk saya benar-benar didengar Allah. Bagaimana tidak, saya selalu mendapat pertolongan Allah dari arah yang tidak pernah saya duga sebelumnya.
Sebagai contoh, ketika saya harus membayar tunggakan SPP kuliah sebanyak 1,2 juta. Saya tak punya uang untuk melunasinya sedangkan waktu pelunasan hanya tinggal seminggu lagi. Saya pasrah. Saya serahkan semua kesulitan ini pada Allah. Dan subhanallah, sekitar lima hari sebelum batas akhir pelunasan, saya mendapat transferan uang ke salah satu rekening saya sebanyak 2,2 juta rupiah. Saya menangis saat itu. Menangis haru karna ternyata uang itu adalah bonus dari kantor tempat saya bekerja. Allahu Akbar. :')

Contoh lain, sekitar dua bulan lalu saya terserang DBD dan Thypus yang mengharuskan saya dirawat dirumah sakit. Awalnya saya tidak ingin dirawat karena saya tidak punya uang meskipun biaya pengobatannya ditanggung asuransi perusahaan. Jauh dari keluarga dengan kondisi seperti itu benar-benar membuat saya sedih. Dan saya tidak tega jika harus meminta bantuan pada ibu. Tapi kondisi kesehatan saya sudah sangat buruk dan mengharuskan saya dirawat. ketika berangkat dari tempat kos menuju RS, saya diantar oleh bapak HRD dan dua orang rekan kerja. Ketika itu saya hanya punya uang 200 ribu rupiah setelah uang saya banyak terpakai untuk biaya berobat jalan seminggu terakhir. Didalam mobil yang membawa kami, salah seorang teman, Mba Neng, bertanya, 'Astria masih pegang uang? kalo mau pake uang aku dulu'. Alhamdulillah. Tak banyak kata yang bisa saya ucap ketika mba neng menyerahkan uang 500 ribu rupiah selain ucapan terimakasih dan berdo'a semoga Allah membalas kebaikannya. 

Pertolongan Allah tak berhenti sampai disana. Ketika menjelang pulang ke tempat kos setelah dirawat selama lima hari di RS PMI, saya diantar adik mendatangi kasir untuk menyelesaikan administrasi. Saat itu sekitar pukul 7 malam. Sesampainya dikasir, kami diberikan lembaran berisi rincian biaya. Total biaya perawatan selama 5 hari di RS sekitar 5,8 juta dan yang ditanggung asuransi hanya sebesar 4,5juta. Itu artinya saya harus membayar sisanya sejumlah 1,3 juta rupiah sementara uang saya tinggal 300 ribu rupiah. pihak kasir hanya memberi saya waktu 1 jam yaitu hingga jam 8 malam untuk melunasinya sebelum kasir tutup dan jika tidak tentunya saya tidak boleh pulang hari itu. Saya berjalan gontai dengan mata berkaca-kaca menyusuri lorong RS menuju kamar inap sambil membawa rincian biaya. Ingin sekali menangis karena tak tahu harus kemana mencari uang 1 juta rupiah dalam waktu 1 jam. tak ada bayangan sama sekali dibenak saya siapa yang bisa saya mintakan bantuan kecuali Allah SWT. 
Setibanya dikamar, ibu sudah duduk menunggu. Saya serahkan lembaran yang saya bawa. Reaksi ibu tak banyak. Guratan kebingungan langsung tersirat diwajah letihnya ketika saya ceritakan sisa biaya yang harus kami lunasi. 
'Ya Allah, mau pinjem kemana ini...' ujarnya pelan. 
Ditengah semua kebingungan yang menyelimuti kami, Bos saya ditemani sang istri datang dengan maksud menjenguk. Saat itulah pertolongan Allah datang. Ketika diberi tahu apa yang sedang kami alami, Bu yanti, istri bos saya segera menuju kasir ditemani ibu. Sisa biaya yang harus saya bayar telah dilunasi nya. Allahu Akbar. Tak henti nya saya dan ibu mengucapkan terimakasih pada kedua Bos saya itu. Walaupun demikian saya berjanji akan mengganti uang mereka. Subhanallah, pertolongan Allah begitu dekat. Selalu datang dari arah tak terduga. 

Malam itu saya bersama dengan ibu dan kedua adik saya diantar pulang kerumah kos oleh bos saya. Pulang dengan penuh rasa syukur dan berdo'a semoga Allah senantiasa memudahkan rezeki orang-orang yang telah menbantu saya. 

Ada begitu banyak pengalaman yang tidak bisa saya tulis semua nya disini. Tanpa ada sedikitpun maksud riya dan lain sebagainya, saya hanya ingin selalu mengingatkan diri sendiri dan pembaca, bahwa janji Allah itu pasti; menolong orang-orang yang suka menolong, dan memberi lebih orang-orang yang senang berbagi. 

salam manis. :)
------------------------------------------------

Kamar Kos, Bogor 24 May 2014



Salahkah jika saya memilih 'JOMBLO'?

Posted by Violet 16.29, under | No comments

Akhir-akhir ini, saya dibuat tertarik mengamati berbagai kegiatan teman-teman di Facebook. Dari yang saya kenal baik atau yang sama sekali tidak saya kenal. Kebanyakan yang sudah menikah biasanya mereka senang mempublikasikan berbagai kegiatan maupun ungkapan hati untuk keluarga kecil mereka. Dan ternyata hal yang samapun dilakukan oleh mereka yang belum berkeluarga.

Miris ternyata... banyak teman-teman berjilbab yang tidak malu-malu lagi mempertontonkan hubungan spesialnya dengan sang pacar. Upload foto sedang perpelukan, sedang bercengkrama mesra, saling lempar panggilan sayang yang menggelikan, atau bahkan saling merubah nama sesuai dengan nama pasangannya.
Semua pemandangan ini entah kenapa membuat saya kian membenci keadaan sekitar. Jujur, sekilas pandang saja melihat yang demikian, maka hati saya langsung bilang, 'Astaghfirullah, umbar dosa ko bangga banget'.
Zaman sudah kian tak bermoral dengan menjamurnya para pendosa.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? apakah saya manusia paling suci dibumi ini? yang mengharamkan segala bentuk dosa dan tak pernah sekalipun melanggar aturan Allah?? Saya selalu menangis setiap kali pertanyaan-pertanyaan ini hadir dalam benak saya. Bukan hanya karena pertanyaan bak sembilu ini selalu muncul dalam setiap do'a-do'a panjang saya, tapi menangis karena mengingat betapa besarnya dosa yang pernah saya lakukan dimasa lalu. Saya bukan wanita muda yang tanpa pengalaman punya kekasih. Saya bukan wanita yang tanpa pengalaman melakukan dosa dengan lawan jenis, yang dalam kurun waktu hampir 10 tahun entah sudah berapa banyak lelaki yang pernah menjadi pacar saya.Disanalah titik sumber dosa paling melenakan sepanjang hidup saya.

Dan kebodohan saya yang paling nyata adalah kesulitan keluar dari lubang hitam bernama 'Zona Pacaran'.
Suka atau tidak, cinta atau tidak, sayang atau tidak, jika sudah punya status pacaran dengan seorang pria, maka saat itu pula saya telah membuka pintu menuju kemaksiatan.
Jika dibandingkan dengan pasangan muda-mudi saat ini dengan kisah saya sendiri, mungkin perbedaan kami tak begitu banyak. Sama-sama pelaku maksiat, menghalalkan segala cara untuk mengungkapkan cinta yang tak semestinya dilakukan. Hanya mungkin perbedaannya saya tidak pernah mengumbar secara terang-terangan di jejaring sosial. Semua foto 'mesra' saya dengan pacar disimpan rapi sebagai koleksi pribadi.

Sekarang, saya tengah bertarung dengan hasrat untuk kembali menikmati 'indahnya masa pacaran' seperti yang pernah saya rasakan dulu. Saya tolak mentah-mentah cinta semu yang datang dengan membawa ajakan untuk berpacaran. Ya, saya menolak cinta seseorang yang baik, yang selalu ada kapanpun dia dibutuhkan. Yang selalu bisa memenuhi keinginan-keinginan saya dan yang siap menerima apa adanya saya.

Entah apakah keputusan ini baik atau justru akan menimbulkan penyesalan diakhir nanti, tujuan saya hanya satu: keluar dari 'Zona pacaran'.

Belakangan bahkan saya sedang berusaha menjauhi seseorang yang setahun terakhir ini selalu mengisi pikiran dan hari-hari saya.Saya mencintainya. Pria ini bahkan mampu memposisikan diri ditempat terbaik dihati saya. Tapi ketika sadar bahwa ini hanyalah bisikan setan, kembali saya harus memeras otak bagaimana caranya agar bisikan itu tidak mempengaruhi jalan yang sudah saya pilih. Saya memilih sendiri. Menjomblo. Tidak akan punya hubungan spesial dengan lelaki manapun hingga Allah pertemukan dengan jodoh saya. Alhasil, setiap kali ada kesempatan untuk bertemu sang pujaan hati, saya selalu berdalih tidak bisa dengan alasan yang tidak sepenuhnya benar. Saat merindukannya, sebisa mungkin saya menahan jemari ini untuk tidak mengirimkan sms apapun padanya seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.Sesak sekali rasanya ketika merindukan seseorang tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku disini, berharap Allah senantiasa menjagamu. :)

Kenapa Memilih Sastra Inggris?

Posted by Violet 19.33, under | No comments

Tulisan yang saya buat kali ini terinspirasi dari percakapan saya dengan seorang teman sepulang kuliah. 
Didalam bus kami duduk bersisian. ia bercerita bagaimana seorang teman kantor nya begitu meremehkan sastra inggris. 'ngapain kuliah sastra inggris? mau jadi TKW?' kira-kira begitu kalimat yang terlontar dari rekan kerja teman saya ini. Ada lagi seorang teman bertanya pada saya, "kalo lulusan sastra inggris, paling jadi guru ya?"
ya tuhan, menggelikan sekali mendengarnya. Karna saya yakin hanya orang-orang yang pemikirannya sempit lah yang bisa berkata demikian atau mungkin mereka benar-benar tidak tahu ilmu apa saja yang dipelajari dibidang ini. 
Well, kembali pada judul postingan ini, kenapa memilih sastra inggris?
Bagi saya sendiri, kemampuan disastra inggris merupakan kunci utama untuk memasuki berbagai jenis bidang pekerjaan. misalnya: Perkantoran, perhotelan, penerbitan, penerjemahan, dll.  Sebab dalam mempelajari sastra inggris, bukan hanya diajarkan bagaimana agar bisa  bercakap-cakap dengan bahasa inggris, tapi lebih dari itu. Akan ada banyak pelajaran yang diperoleh dari perluasan ilmu sastra inggris. seperti Publik speaking, journalisme, bussiness writing, ilmu kebudayaan, bahkan  sastra indonesia. 

Awalnya saya kurang begitu antusias memilih fakultas sastra inggris di universitas pamulang tempat saya menimba ilmu saat ini. Saya tertarik pada fakultas hukum. Tapi kemudian saya ragu karena saya benar-benar tak memiliki sedikitpun pengetahuan tentang hukum. Sedangkan untuk bahasa inggris, saya sudah banyak mendapat ilmunya selama belajar di yayasan Bogor EduCare dulu. Dalam kebimbangan, saya kemudian teringat pada sebuah Quote, "mendalami ilmu yang sudah pernah kita pelajari lebih baik dari pada mempelajari ilmu-ilmu baru namun tidak sepenuhnya memahami".

 Akhirnya, resmi lah saya terdaftar sebagai mahasiswi fakultas sastra inggris Universitas Pamulang. 
Dan bukan hanya saya, tapi tiga teman dekat saya pun memilih jurusan yang sama meski kami semua beda kelas. Aulia, Zubaidah dan Echa. Kami semua sama-sama pernah belajar di Bogor Educare. Sebuah yayasan luar biasa yang membuat  kami yang pernah belajar disana menjadi luar biasa juga. 

Kembali ke sastra inggris, bagi teman-teman yang masih ragu atau bertanya-tanya 'mau jadi apa lulusan sastra inggris nanti?"
well, jawaban saya,  kemampuan sastra inggris sedikitnya 50% akan membantu seseorang menjadi apapun yang diinginkannya. Seperti:
Penulis. Kemampuan mengolah kata dan menyuguhkannya dalam sebuah rentetan kalimat memang penting. Tapi untuk membuat karyanya lebih menarik, penulis bisa menyisipkan bahasa inggris sesuai kebutuhan tulisannya. Apalagi jika ia bisa membuat sebuah karya tulisan dengan bahasa inggris. hmm...
Translator. Untuk menerjemahkan suatu karya berbahasa inggris, bukan hanya penguasaan kosa kata yang dibutuhkan, akan tetapi kemampuan menerjemahkan suatu kalimat tanpa mengubah pola atau maksud kalimat yang ada.Disini lah kemampuan sastra inggris benar-benar berperan penting. Ditambah lagi semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan lokal yang bekerja sama dengan orang/perusahaan asing membuat posisi ini juga semakin banyak diminati. 
Public Speaker. Hanya bercuap-cuap dihadapan orang banyak dengan bahasa ibu itu sudah hal biasa. tapi ketika berbicara dihadapan hadirin dengan bahasa inggris itu baru luar biasa.
Dan banyak lagi berbagai bidang yang ditunjang dengan kemampuan sastra inggris: Journalis, Sekretaris,Da'i, dll.
Intinya, siapapun kita, akan mudah dalam berkomunikasi atau bekerja jika menguasai bahasa inggris. Dan bisa keliling dunia tanpa keterbatasan bahasa. kan bahasa inggris bahasa dunia. hehehe.... :) 



Writing Workshop With Asma Nadia dan Isa Alamsyah

Posted by Violet 20.17, under | No comments

Tanggal 18 Agustus lalu merupakan hari yang sangat spesial bagi saya. Dimana pada hari itu saya akhirnya dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan penulis favorit saya, Asma Nadia. Hari itu saya terdaftar sebagai salah satu peserta yang mengikuti kegiatan writing workshop yang diselenggarakan mba Asma dan suami.
beberapa hari sebelumnya, tepatnya tanggal 10 Agustus,saya baru tahu kalau mba Asma menyelenggarakan lagi acara ini. Awalnya sempat ragu untuk mendaftar mengingat biayanya cukup besar, 400rb/org. Tapi akhirnya saya yakinkan diri bahwa kegiatan ini akan sangat besar sekali manfaatnya mengingat saya memang bercita-cita menjadi penulis. Akhirnya saya mendaftar.

Setiap peserta yang mendaftar bisa mengirimkan 1-2 naskah baik fiksi maupun nonfiksi yang akan dikoreksi langsung oleh mba Asma nadia. dan batas pengumpulan naskah hanya sampai tanggal 11 agustus.
Saya hanya punya waktu sehari untuk menyiapkan naskah yang ingin dikoreksi. Maka mulailah saya membuka setiap entry dalam tulisan ini yang saya rasa layak dikoreksi.Maka saya pilih cerita saya yang berjudul 'Neny' yang dulu sempat saya publish di blog ini. :)

Minggu pagi, saya berangkat dari bogor menuju gedung JDC, tempat acara writing workshop diselenggarakan. Acara dijadwalkan mulai pukul 9 pagi tapi saya baru tiba disana pukul 10.30. Saya telat karna sempat nyasar kesana-kemari. huhu... :'(

Setibanya disana, saya bertemu dengan pak eron dan mbak dian.  saya lalu diberi modul, sertifikat dan name tag. Saat memasuki ruangan, seluruh kursi peserta yang berjumlah 60 orang hampir terisi semua. Tapi syukurnya meski datang terlambat saya tidak duduk dikursi paling belakang. :D

Didepan ada tiga kursi pembicara, mbak asma nadia, pak isa alamsyah dan mas agung pribadi. Berbekal modul yang saya dapat, saya mulai mengikuti alur pembelajaran. Secara bergantian mba asma dan suami memberi kami materi tentang bagaimana menjadi seorang penulis yang baik. mengenai apa yang saya dapat selama mengikuti kegiatan ini akan saya sampaikan dalam posting terpisah. :)

Memasuki waktu zuhur kami break sebentar untuk menunaikan shalat zuhur dan makan siang. Oh ya, jadi selain dapat modul yang sangat bermanfaat, peserta juga dapat makan siang dan coffee break disore harinya. :)

Didepan ruangan tempat  acara berlangsung, mba asma juga mengadakan bazar untuk berbagai produknya. Ada buku-buku yang ditulis mba asma dan keluarga, atau buku lain yang diproduksi oleh asma nadia publishing house dan juga berbagai produk seperti tas, pouch, dll. 
Hari itu saya hanya membeli satu buah buku yang ditulis mba asma dkk yang berjudul 'catatan hati disetiap doaku' karna dari semua buku yang dijual dibazar itu hampir semua sudah saya miliki. :)

Menjelang waktu magrib,acara ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh naskah yang sudah dikoreksi mba asma nadia dikembalikan pada pemiliknya termasuk naskah cerpen saya. Melihat halaman pertama dan kedua saya cukup terkejut karena begitu banyak coretan-coretan bertinta merah yang ditulis mba asma sebagai koreksi dan masukannya. itu artinya cerpen saya masih sangat banyak kekurangannya. Tapi saya bahagia karna ini adalah langkah awal saya belajar menjadi seorang penulis.

Motto diacara itu adalah "SATU BUKU SEBELUM MATI?? BISAAA!!!" :)

ya, insyaAllah saya  bisa. :)



**************************************






@kantor rekons Bogor, 25 September 2013





My Music