Salahkah jika saya memilih 'JOMBLO'?

Posted by Violet 16.29, under | No comments

Akhir-akhir ini, saya dibuat tertarik mengamati berbagai kegiatan teman-teman di Facebook. Dari yang saya kenal baik atau yang sama sekali tidak saya kenal. Kebanyakan yang sudah menikah biasanya mereka senang mempublikasikan berbagai kegiatan maupun ungkapan hati untuk keluarga kecil mereka. Dan ternyata hal yang samapun dilakukan oleh mereka yang belum berkeluarga.

Miris ternyata... banyak teman-teman berjilbab yang tidak malu-malu lagi mempertontonkan hubungan spesialnya dengan sang pacar. Upload foto sedang perpelukan, sedang bercengkrama mesra, saling lempar panggilan sayang yang menggelikan, atau bahkan saling merubah nama sesuai dengan nama pasangannya.
Semua pemandangan ini entah kenapa membuat saya kian membenci keadaan sekitar. Jujur, sekilas pandang saja melihat yang demikian, maka hati saya langsung bilang, 'Astaghfirullah, umbar dosa ko bangga banget'.
Zaman sudah kian tak bermoral dengan menjamurnya para pendosa.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? apakah saya manusia paling suci dibumi ini? yang mengharamkan segala bentuk dosa dan tak pernah sekalipun melanggar aturan Allah?? Saya selalu menangis setiap kali pertanyaan-pertanyaan ini hadir dalam benak saya. Bukan hanya karena pertanyaan bak sembilu ini selalu muncul dalam setiap do'a-do'a panjang saya, tapi menangis karena mengingat betapa besarnya dosa yang pernah saya lakukan dimasa lalu. Saya bukan wanita muda yang tanpa pengalaman punya kekasih. Saya bukan wanita yang tanpa pengalaman melakukan dosa dengan lawan jenis, yang dalam kurun waktu hampir 10 tahun entah sudah berapa banyak lelaki yang pernah menjadi pacar saya.Disanalah titik sumber dosa paling melenakan sepanjang hidup saya.

Dan kebodohan saya yang paling nyata adalah kesulitan keluar dari lubang hitam bernama 'Zona Pacaran'.
Suka atau tidak, cinta atau tidak, sayang atau tidak, jika sudah punya status pacaran dengan seorang pria, maka saat itu pula saya telah membuka pintu menuju kemaksiatan.
Jika dibandingkan dengan pasangan muda-mudi saat ini dengan kisah saya sendiri, mungkin perbedaan kami tak begitu banyak. Sama-sama pelaku maksiat, menghalalkan segala cara untuk mengungkapkan cinta yang tak semestinya dilakukan. Hanya mungkin perbedaannya saya tidak pernah mengumbar secara terang-terangan di jejaring sosial. Semua foto 'mesra' saya dengan pacar disimpan rapi sebagai koleksi pribadi.

Sekarang, saya tengah bertarung dengan hasrat untuk kembali menikmati 'indahnya masa pacaran' seperti yang pernah saya rasakan dulu. Saya tolak mentah-mentah cinta semu yang datang dengan membawa ajakan untuk berpacaran. Ya, saya menolak cinta seseorang yang baik, yang selalu ada kapanpun dia dibutuhkan. Yang selalu bisa memenuhi keinginan-keinginan saya dan yang siap menerima apa adanya saya.

Entah apakah keputusan ini baik atau justru akan menimbulkan penyesalan diakhir nanti, tujuan saya hanya satu: keluar dari 'Zona pacaran'.

Belakangan bahkan saya sedang berusaha menjauhi seseorang yang setahun terakhir ini selalu mengisi pikiran dan hari-hari saya.Saya mencintainya. Pria ini bahkan mampu memposisikan diri ditempat terbaik dihati saya. Tapi ketika sadar bahwa ini hanyalah bisikan setan, kembali saya harus memeras otak bagaimana caranya agar bisikan itu tidak mempengaruhi jalan yang sudah saya pilih. Saya memilih sendiri. Menjomblo. Tidak akan punya hubungan spesial dengan lelaki manapun hingga Allah pertemukan dengan jodoh saya. Alhasil, setiap kali ada kesempatan untuk bertemu sang pujaan hati, saya selalu berdalih tidak bisa dengan alasan yang tidak sepenuhnya benar. Saat merindukannya, sebisa mungkin saya menahan jemari ini untuk tidak mengirimkan sms apapun padanya seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.Sesak sekali rasanya ketika merindukan seseorang tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku disini, berharap Allah senantiasa menjagamu. :)

0 komentar:

Posting Komentar

My Music