Jum’at, 7 September 2012
Jum’at malam, seorang teman dekatku,
Zubaidah memberi tahu bahwa siang tadi dia baru saja melakukan interview kerja
disebuah perusahaan garmen yang terletak dikawasan bekasi. Tapi karena berbagai
pertimbangan, ia memilih untuk tak mengambil kesempatan itu dan menawarkannya
padaku. Berhubung perusahaan tersebut sedang membutuhkan dua orang karyawan
baru untuk posisi admin personalia dan marketing, maka aku dan kulsum
memutuskan untuk mencoba peruntungan disana meski kami berdua sama-sama tak
memiliki pengalaman di dua bidang tersebut.
Baru tadi malam kami mendapat
informasi mengenai lowongan kerja ini,esok harinya kami berdua diminta datang
ke perusahaan tersebut dengan membawa surat lamaran lengkap.
Kami berdua diminta datang sebelum
jam 5 sore, maka aku dan kulsum berangkat kesana menggunakan sepeda motor agar
bisa tiba disana tepat waktu.
Apa yang kami berdua takutkan
terjadi. Lalu lintas sore hari itu tengah tak bersahabat. Kemacetan panjang
mengiri perjalanan kami. Parahnya lagi, kami belum pernah datang keperusahaan
yang akan kami lamar, jadilah kami kehabisan waktu lantaran kesulitan menemukan
alamat. Dari informasi yang kami peroleh dari seorang ibu, akhirnya kami bisa
tiba diperusahaan tersebut meski kami telat 20 menit.
Hari itu kami berdua cukup
beruntung. Kami bertemu dengan staff personalia yang sangat ramah menyambut
kedatangan kami, mbak retno namanya. Setelah diwawancara selama bebera menit
oleh beliau, kami langsung berhadapan dengan presdir perusahaan tersebut. Sejujurnya
ini menjadi kebanggaan tersendiri bagiku dan kulsum. Pasalnya, selama beberapa
kali melakukan interview saat melamar pekerjaan, ini untuk yang pertama kalinya
kami langsung berhadapan dengan si pemilik perusahaan. Menurut informasi yang
ku terima dari Zubaidah, perusaan ini membutuhkan seorang karyawan untuk bagian
personalia yang akan ditempatkan dibekasi dan seorang lagi untuk menempati
posisi marketing dicabang perusahaan yang berada disubang. Dan ternyata
informasi tersebut benar adanya. Aku sangat antusias ketika tawaran menjadi
marketing datang padaku. Meski aku harus bekerja disubang, tapi bagiku ini
adalah tantangan baru. Selain itu subang memang tempat kelahiranku meskipun
sejak kecil aku sudah menetap dicileungsi bersama keluargaku. Disana semua
keluarga besar ibu berkumpul, jadi aku tak perlu hawatir meski harus hidup
berjauhan dengan ibu dan adik-adikku.
Minggu, 9 September 2012
Hari ini aku mengemasi pakaian
dan barang-barang seperlunya yang akan ku butuhkan selama berada disubang. Berbekal restu dari ibu, aku
berangkat sendiri menuju kediaman saudaraku yang ada disubang. Besok aku
dijadwalkan untuk tes ditempat kerja yang baru. Meskipun hasilnya belum pasti
apakah aku benar-benar akan diterima bekerja disana atau tidak, ibu meyakinkan
aku bahwa apapun keputusannya nanti adalah yang terbaik. Yang terpenting aku
sudah berusaha mencobanya.
Senin, 10 September 2012
Aku berangkat pukul 7 pagi dari
kediaman pamanku didaerah Ranca Asih
menuju tempat aku melamar kerja. Aku diantar paman dengan sepeda motor.
Jarak yang kami tempuh lumayan jauh, setelah hampir 1,5 jam diperjalanan,
akhirnya kami tiba di daerah Wantilan, Cipendeuy. Pertama kami singgah di
sebuah pesantren dimana putra sulung pamanku mondok. Setelah itu paman segera
mengantar ku ke pabrik.
Sesuai waktu yang dijanjikan, aku
tiba di PT Dong Yang Nissusindo tepat pukul 9 pagi. Perasaanku hari itu campur
aduk, antara deg-degan dan grogi karena berada ditempat asing yang belum pernah
aku datangi sebelumnya. Dan aku hanya sendirian, tanpa didampingi seorangpun
yang ku kenal.
Puji syukur ku panjatkan pada
Allah SWT setelah akhirnya pukul 11 siang aku selesai menjalani tahap
rekrutment. Setelah nego gaji dan sebagainya, aku dinyatakan diterima bekerja
disana. Awalnya pihak HRD memintaku agar mulai bekerja pada hari kamis tgl 13
September, tapi presdir bilang sebaiknya aku mulai masuk kerja minggu depan
saja, tgl 17 September. Alasannya agar aku lebih leluasa dalam mencari tempat
tinggal selama aku bekerja disubang. Terimakasih ya Allah…
Saat keluar dari gerbang PT Dong
Yang, ku lihat pamanku sudah menunggu. Kami lalu bergegas kembali ke pondok
tempat putra paman berada. Setibanya disana, aku disambut hangat oleh sepupuku
yang tak lain adalah putra pamanku. Tak lama kemudian, datang seorang ustadz
muda yang baru ku ketahui bahwa beliau adalah adik ipar pemilik pesantren itu.
Pesantren As-salaam Post namanya. Aku, paman dan Ustadz Koko lantas berbincang
banyak mengenai banyak hal. Aku agak terkejut ketika ustadz koko menawarkan aku
untuk tinggal dipondok tersebut. Menurutnya, pondok ini memang sempat
mengadakan program santri karyawan hanya saja belum efektif. Meski demikian,
aku tak langsung menerima tawaran baik tersebut. Aku memilih untuk
mempertimbangkannya dulu dan membicarakannya dengan ibu.
Selasa,11 September 2012
Aku masih punya waktu enam hari sebelum
mulai bekerja di perusahaan yang baru. Oleh karena itu aku memutuskan untuk
pulang lagi ke cileungsi dan kembali ke Subang dua hari sebelum masuk kerja. Dan
siang ini aku pulang kecileungsi, membawa kabar baik untuk keluargaku bahwa aku
telah diterima bekerja diperusaan yang baru dengan gaji yang lebih baik dari
tempat kerjaku sebelumnya.
InsyaAllah….
*************
Sabtu, 15 September 2012
Hari ini, dengan tekad yang sudah
bulat, aku berangkat lagi kesubang. Meninggalkan keluarga tercinta, para
sahabat terdekat, dan membawa serta luka dan semua kenangan tentang lelaki yang paling
kucintai.
Disana, sesuai keinginan ibu, aku akan tinggal dipesantren tempat putra pamanku menimba ilmu.
Disana, sesuai keinginan ibu, aku akan tinggal dipesantren tempat putra pamanku menimba ilmu.
Bismillah...
Dan hari ini kan ku buka lembaran baru dalam hidupku.
0 komentar:
Posting Komentar