Bismillah...
Tulisan ini saya buat sebagai bahan pembelajaran bagi diri pribadi dan semoga bermanfaat juga bagi yang lain.
Cerita ini berawal ketika sekitar dua tahun lalu saya menghadapi masalah yang lumayan berat; berada dalam fase krisis keuangan yang benar-benar menguras pikiran.
Suatu ketika saya sangat membutuhkan uang sekitar 1 juta rupiah untuk suatu keperluan mendesak.Saya coba pinjam ke teman-teman terdekat tapi tidak berhasil. Akhirnya seorang teman dekat saya mengusulkan agar meminjam uang pada seorang teman semasa MTS dulu yang saat itu tinggal di Bogor. Sebut saja Bunga namanya.Well, 'power of kepepet' saya muncul. :D
Meski sangat malu dan segan karna jarang berkomunikasi dengannya, saya beranikan diri meminjam uang walau tak yakin akan terbantu. Setelah mengirim pesan singkat, saya pun mendapan balasan dari Bunga yang berupa kabar gembira. Teman saya ini bisa meminjamkan uang walau hanya separuh. Ya, Alhamdulillah. Meski hanya separuh dari yang saya perlukan, saya benar-benar sangat bersyukur saat itu.
Kamipun segera membuat janji temu untuk membuat kesepakatan. Dan alhamdulillah dengan izin Allah saya sudah mengembalikan uang Bunga meski telat dua hari dari yang dijanjikan. :(
Hampir dua tahun berlalu. Tak ada lagi kabar terbaru dari Bunga selain berita pernikahannya. Dan di awal bulan desember 2013 lalu, Bunga mengirim inbox di fb saya. Dengan segala kerendahan hati dia pun menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi saya. Bunga bermaksud meminjam uang pada saya sebanyak dua Juta rupiah. Ia tengah mengalami masalah ekonomi yang sepertinya lebih berat dari yang pernah saya alami dulu. Saya teringat kebaikan Bunga ketika meminjamkan uang dan sudah tentu saya ingin sekali bisa membalas budi baiknya. Sayangnya saat itu saya tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya saya hanya bisa meminjamkan separuh dari yang Bunga perlukan yaitu 1 juta rupiah. itu adalah uang simpanan yang awalnya akan saya kirim untuk ibu dikampung. Dan saya tidak begitu keberatan ketika Bunga bilang kemungkinan baru bisa mengembalikan uang saya sekitar bulan Mei 2014.
Ketika uang telah saya transfer untuk Bunga, ia mengucapkan terimakasih dan memberi saya do'a terbaik secara bertubi-tubi. Kata-katanya masih saya ingat jelas, 'Semoga Allah bales semua kebaikan Lo ya.. semoga dimudahkan segala urusannya. dan semoga lo dapet rezeki yang banyak dari sisi manapun yang gak terduga'.
Saya simpan rapi do'a Bunga dalam benak dan hati saya. Berharap semoga do'a nya terkabul.
Dan kini, saya merasa bahwa do'a Bunga untuk saya benar-benar didengar Allah. Bagaimana tidak, saya selalu mendapat pertolongan Allah dari arah yang tidak pernah saya duga sebelumnya.
Sebagai contoh, ketika saya harus membayar tunggakan SPP kuliah sebanyak 1,2 juta. Saya tak punya uang untuk melunasinya sedangkan waktu pelunasan hanya tinggal seminggu lagi. Saya pasrah. Saya serahkan semua kesulitan ini pada Allah. Dan subhanallah, sekitar lima hari sebelum batas akhir pelunasan, saya mendapat transferan uang ke salah satu rekening saya sebanyak 2,2 juta rupiah. Saya menangis saat itu. Menangis haru karna ternyata uang itu adalah bonus dari kantor tempat saya bekerja. Allahu Akbar. :')
Contoh lain, sekitar dua bulan lalu saya terserang DBD dan Thypus yang mengharuskan saya dirawat dirumah sakit. Awalnya saya tidak ingin dirawat karena saya tidak punya uang meskipun biaya pengobatannya ditanggung asuransi perusahaan. Jauh dari keluarga dengan kondisi seperti itu benar-benar membuat saya sedih. Dan saya tidak tega jika harus meminta bantuan pada ibu. Tapi kondisi kesehatan saya sudah sangat buruk dan mengharuskan saya dirawat. ketika berangkat dari tempat kos menuju RS, saya diantar oleh bapak HRD dan dua orang rekan kerja. Ketika itu saya hanya punya uang 200 ribu rupiah setelah uang saya banyak terpakai untuk biaya berobat jalan seminggu terakhir. Didalam mobil yang membawa kami, salah seorang teman, Mba Neng, bertanya, 'Astria masih pegang uang? kalo mau pake uang aku dulu'. Alhamdulillah. Tak banyak kata yang bisa saya ucap ketika mba neng menyerahkan uang 500 ribu rupiah selain ucapan terimakasih dan berdo'a semoga Allah membalas kebaikannya.
Pertolongan Allah tak berhenti sampai disana. Ketika menjelang pulang ke tempat kos setelah dirawat selama lima hari di RS PMI, saya diantar adik mendatangi kasir untuk menyelesaikan administrasi. Saat itu sekitar pukul 7 malam. Sesampainya dikasir, kami diberikan lembaran berisi rincian biaya. Total biaya perawatan selama 5 hari di RS sekitar 5,8 juta dan yang ditanggung asuransi hanya sebesar 4,5juta. Itu artinya saya harus membayar sisanya sejumlah 1,3 juta rupiah sementara uang saya tinggal 300 ribu rupiah. pihak kasir hanya memberi saya waktu 1 jam yaitu hingga jam 8 malam untuk melunasinya sebelum kasir tutup dan jika tidak tentunya saya tidak boleh pulang hari itu. Saya berjalan gontai dengan mata berkaca-kaca menyusuri lorong RS menuju kamar inap sambil membawa rincian biaya. Ingin sekali menangis karena tak tahu harus kemana mencari uang 1 juta rupiah dalam waktu 1 jam. tak ada bayangan sama sekali dibenak saya siapa yang bisa saya mintakan bantuan kecuali Allah SWT.
Setibanya dikamar, ibu sudah duduk menunggu. Saya serahkan lembaran yang saya bawa. Reaksi ibu tak banyak. Guratan kebingungan langsung tersirat diwajah letihnya ketika saya ceritakan sisa biaya yang harus kami lunasi.
'Ya Allah, mau pinjem kemana ini...' ujarnya pelan.
Ditengah semua kebingungan yang menyelimuti kami, Bos saya ditemani sang istri datang dengan maksud menjenguk. Saat itulah pertolongan Allah datang. Ketika diberi tahu apa yang sedang kami alami, Bu yanti, istri bos saya segera menuju kasir ditemani ibu. Sisa biaya yang harus saya bayar telah dilunasi nya. Allahu Akbar. Tak henti nya saya dan ibu mengucapkan terimakasih pada kedua Bos saya itu. Walaupun demikian saya berjanji akan mengganti uang mereka. Subhanallah, pertolongan Allah begitu dekat. Selalu datang dari arah tak terduga.
Malam itu saya bersama dengan ibu dan kedua adik saya diantar pulang kerumah kos oleh bos saya. Pulang dengan penuh rasa syukur dan berdo'a semoga Allah senantiasa memudahkan rezeki orang-orang yang telah menbantu saya.
Ada begitu banyak pengalaman yang tidak bisa saya tulis semua nya disini. Tanpa ada sedikitpun maksud riya dan lain sebagainya, saya hanya ingin selalu mengingatkan diri sendiri dan pembaca, bahwa janji Allah itu pasti; menolong orang-orang yang suka menolong, dan memberi lebih orang-orang yang senang berbagi.
salam manis. :)
------------------------------------------------
Kamar Kos, Bogor 24 May 2014
Tulisan ini saya buat sebagai bahan pembelajaran bagi diri pribadi dan semoga bermanfaat juga bagi yang lain.
Cerita ini berawal ketika sekitar dua tahun lalu saya menghadapi masalah yang lumayan berat; berada dalam fase krisis keuangan yang benar-benar menguras pikiran.
Suatu ketika saya sangat membutuhkan uang sekitar 1 juta rupiah untuk suatu keperluan mendesak.Saya coba pinjam ke teman-teman terdekat tapi tidak berhasil. Akhirnya seorang teman dekat saya mengusulkan agar meminjam uang pada seorang teman semasa MTS dulu yang saat itu tinggal di Bogor. Sebut saja Bunga namanya.Well, 'power of kepepet' saya muncul. :D
Meski sangat malu dan segan karna jarang berkomunikasi dengannya, saya beranikan diri meminjam uang walau tak yakin akan terbantu. Setelah mengirim pesan singkat, saya pun mendapan balasan dari Bunga yang berupa kabar gembira. Teman saya ini bisa meminjamkan uang walau hanya separuh. Ya, Alhamdulillah. Meski hanya separuh dari yang saya perlukan, saya benar-benar sangat bersyukur saat itu.
Kamipun segera membuat janji temu untuk membuat kesepakatan. Dan alhamdulillah dengan izin Allah saya sudah mengembalikan uang Bunga meski telat dua hari dari yang dijanjikan. :(
Hampir dua tahun berlalu. Tak ada lagi kabar terbaru dari Bunga selain berita pernikahannya. Dan di awal bulan desember 2013 lalu, Bunga mengirim inbox di fb saya. Dengan segala kerendahan hati dia pun menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi saya. Bunga bermaksud meminjam uang pada saya sebanyak dua Juta rupiah. Ia tengah mengalami masalah ekonomi yang sepertinya lebih berat dari yang pernah saya alami dulu. Saya teringat kebaikan Bunga ketika meminjamkan uang dan sudah tentu saya ingin sekali bisa membalas budi baiknya. Sayangnya saat itu saya tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya saya hanya bisa meminjamkan separuh dari yang Bunga perlukan yaitu 1 juta rupiah. itu adalah uang simpanan yang awalnya akan saya kirim untuk ibu dikampung. Dan saya tidak begitu keberatan ketika Bunga bilang kemungkinan baru bisa mengembalikan uang saya sekitar bulan Mei 2014.
Ketika uang telah saya transfer untuk Bunga, ia mengucapkan terimakasih dan memberi saya do'a terbaik secara bertubi-tubi. Kata-katanya masih saya ingat jelas, 'Semoga Allah bales semua kebaikan Lo ya.. semoga dimudahkan segala urusannya. dan semoga lo dapet rezeki yang banyak dari sisi manapun yang gak terduga'.
Saya simpan rapi do'a Bunga dalam benak dan hati saya. Berharap semoga do'a nya terkabul.
Dan kini, saya merasa bahwa do'a Bunga untuk saya benar-benar didengar Allah. Bagaimana tidak, saya selalu mendapat pertolongan Allah dari arah yang tidak pernah saya duga sebelumnya.
Sebagai contoh, ketika saya harus membayar tunggakan SPP kuliah sebanyak 1,2 juta. Saya tak punya uang untuk melunasinya sedangkan waktu pelunasan hanya tinggal seminggu lagi. Saya pasrah. Saya serahkan semua kesulitan ini pada Allah. Dan subhanallah, sekitar lima hari sebelum batas akhir pelunasan, saya mendapat transferan uang ke salah satu rekening saya sebanyak 2,2 juta rupiah. Saya menangis saat itu. Menangis haru karna ternyata uang itu adalah bonus dari kantor tempat saya bekerja. Allahu Akbar. :')
Contoh lain, sekitar dua bulan lalu saya terserang DBD dan Thypus yang mengharuskan saya dirawat dirumah sakit. Awalnya saya tidak ingin dirawat karena saya tidak punya uang meskipun biaya pengobatannya ditanggung asuransi perusahaan. Jauh dari keluarga dengan kondisi seperti itu benar-benar membuat saya sedih. Dan saya tidak tega jika harus meminta bantuan pada ibu. Tapi kondisi kesehatan saya sudah sangat buruk dan mengharuskan saya dirawat. ketika berangkat dari tempat kos menuju RS, saya diantar oleh bapak HRD dan dua orang rekan kerja. Ketika itu saya hanya punya uang 200 ribu rupiah setelah uang saya banyak terpakai untuk biaya berobat jalan seminggu terakhir. Didalam mobil yang membawa kami, salah seorang teman, Mba Neng, bertanya, 'Astria masih pegang uang? kalo mau pake uang aku dulu'. Alhamdulillah. Tak banyak kata yang bisa saya ucap ketika mba neng menyerahkan uang 500 ribu rupiah selain ucapan terimakasih dan berdo'a semoga Allah membalas kebaikannya.
Pertolongan Allah tak berhenti sampai disana. Ketika menjelang pulang ke tempat kos setelah dirawat selama lima hari di RS PMI, saya diantar adik mendatangi kasir untuk menyelesaikan administrasi. Saat itu sekitar pukul 7 malam. Sesampainya dikasir, kami diberikan lembaran berisi rincian biaya. Total biaya perawatan selama 5 hari di RS sekitar 5,8 juta dan yang ditanggung asuransi hanya sebesar 4,5juta. Itu artinya saya harus membayar sisanya sejumlah 1,3 juta rupiah sementara uang saya tinggal 300 ribu rupiah. pihak kasir hanya memberi saya waktu 1 jam yaitu hingga jam 8 malam untuk melunasinya sebelum kasir tutup dan jika tidak tentunya saya tidak boleh pulang hari itu. Saya berjalan gontai dengan mata berkaca-kaca menyusuri lorong RS menuju kamar inap sambil membawa rincian biaya. Ingin sekali menangis karena tak tahu harus kemana mencari uang 1 juta rupiah dalam waktu 1 jam. tak ada bayangan sama sekali dibenak saya siapa yang bisa saya mintakan bantuan kecuali Allah SWT.
Setibanya dikamar, ibu sudah duduk menunggu. Saya serahkan lembaran yang saya bawa. Reaksi ibu tak banyak. Guratan kebingungan langsung tersirat diwajah letihnya ketika saya ceritakan sisa biaya yang harus kami lunasi.
'Ya Allah, mau pinjem kemana ini...' ujarnya pelan.
Ditengah semua kebingungan yang menyelimuti kami, Bos saya ditemani sang istri datang dengan maksud menjenguk. Saat itulah pertolongan Allah datang. Ketika diberi tahu apa yang sedang kami alami, Bu yanti, istri bos saya segera menuju kasir ditemani ibu. Sisa biaya yang harus saya bayar telah dilunasi nya. Allahu Akbar. Tak henti nya saya dan ibu mengucapkan terimakasih pada kedua Bos saya itu. Walaupun demikian saya berjanji akan mengganti uang mereka. Subhanallah, pertolongan Allah begitu dekat. Selalu datang dari arah tak terduga.
Malam itu saya bersama dengan ibu dan kedua adik saya diantar pulang kerumah kos oleh bos saya. Pulang dengan penuh rasa syukur dan berdo'a semoga Allah senantiasa memudahkan rezeki orang-orang yang telah menbantu saya.
Ada begitu banyak pengalaman yang tidak bisa saya tulis semua nya disini. Tanpa ada sedikitpun maksud riya dan lain sebagainya, saya hanya ingin selalu mengingatkan diri sendiri dan pembaca, bahwa janji Allah itu pasti; menolong orang-orang yang suka menolong, dan memberi lebih orang-orang yang senang berbagi.
salam manis. :)
------------------------------------------------
Kamar Kos, Bogor 24 May 2014