When My Mother Call Me

Posted by Violet 12.37, under | No comments



Hari ini aku pulang agak terlambat. pukul 6.30 sore aku baru tiba di kobong. (sebutan untuk asrama di pondok tempat ku tinggal). saat aku datang, para santri putri dan putra baru saja selesai melaksanakan shalat magrib berjamaah di masjid yang terletak persis didepan kobong putri. ini adalah hari yang ke 9 sejak aku tinggal di pondok pesantren As-salaam Post. Dan seperti hari-hari sebelumnya, santri karyawan tidak diwajibkan mengikuti pengajian dimasjid yang selalu dilakukan para santri lain seusai shalat magrib. Aku lantas bergegas mandi dan setelah itu segera ku tunaikan shalat magrib. setelah selesai, ku rebahkan tubuh sejenak, melepas letih yang mendera  setelah seharian bekerja.
Tak lama kemudian hp ku berdering, ada panggilan masuk dari nomer adikku yang berada dicileungsi.

"Halo, Assalamu'alaikum. " Suara ibu menyapaku dari sebrang sana. tiba-tiba ada perasaan rindu yang teramat dalam begitu ku dengar suaranya. Setelah ku jawab salamnya, beliau lantas menanyakan keadaanku selama berada disubang.
Ku akui, saat aku tinggal dengan ibu, aku merasa kalau aku lebih banyak berbuat dosa dari pada membantu meringankan beban nya. saat berada di sisinya ibu sering kali menanyakan hal-hal yang aku tidak ingin ibu mengetahuinya dan akhirnya aku kerap kali berbohong. meski dari segi tenaga aku banyak membantu ibu saat di rumah, tapi ku tahu, kondisiku menjadi sebuah beban psikologis bagi ibu. dan kini, saat jauh aku merasa benar-benar merindukan ibu. kerinduan yang tidak pernah kurasakan saat bisa di sampingnya.
aku mendengar suara ibu begitu lembut, padahal jika aku ada bersamanya ibu kerap kali bersuara keras saat menasihati atau memarahi adik-adikku saat tak menuruti perintahnya.
suara ibu terdengar sumbang, seperti habis menangis. tapi saat ku tanyakan, ibu bilang suaranya berubah akibat flue yang dialaminya. ibu bertanya apakah aku betah bekerja disubang dan tinggal dipondok. tentu saja ku bilang 'ya..' sebab disini aku merasa ada kedamaian jiwa yang sudah lama tak kurasakan lagi.

Ibu lalu mulai bercerita tentang kehidupan yang dijalaninya di cileungsi selama aku tak ada. Sebelum aku pindah bekerja di Subang, ibu baru dua minggu memulai usaha barunya, yaitu berjualan sayuran. sebenarnya ibu sudah memiliki usaha yang sudah bertahun-tahun dijalaninya yaitu membuat kue-kue basah, tapi rupanya ibu ingin mencoba usaha baru yaitu berjualan sayuran. Awalnya ibu masih semangat menjalankan profesi barunya, tapi nampaknya semuanya tak bertahan lama. dengan nada sedih, ibu bercerita bahwa ibu sudah kewalahan melanjutkan usaha sayurannya. bukannya mendapat untung, ibu justru malah menambah deretan hutangnya karena modal yang digunakan selalu habis untuk biaya hidup.
Ya Allah.., betapa mata ini ingin menangis, betapa batin ini ingin menjerit mendengar keluh kesah yang ibu sampaikan. usiaku telah mencapai 22 tahun tapi aku belum pernah bisa memberikan kebahagiaan untuk ibu. Aku benar-benar ingin menangis, tapi ku tahan sekuat tenaga agar aku tak membuat ibu tambah sedih.
Ku besarkan hati ibu dengan mengatakan kalau suatu saat anak perempuannya ini akan membawanya keluar dari kesulitan hidup yang selama ini menemani hari-harinya. ibu meng'aminkan setiap harapan-harapan yang ku sampaikan pada ibu.
Semoga kesempatan ku masih ada bu....
Kesempatan untuk membahagiakan mu...
Kesempatan untuk membuat hari tua mu menjadi indah..
Kesempatan untuk membuatmu tak pernah menyesal telah melahirkan ku kedunia ini.

Seusai ku sampaikan segala harapan-harapan ku dimasa mendatang, tiba-tiba aku dikejutkan dengan satu kalimat yang terlontar dari bibir ibu. Dengan nada sangat lembut, ibu berkata,
" tun, jangan mikirin acep lagi ya... InsyaAllah nanti sama Allah diganti sama yang lebih baik. "

Allah... Air mata yang sejak tadi ku tahan tak terbendung lagi. Aku menangis tersedu-sedu. ibuku, wanita yang paling aku cintai di bumi ini ternyata mengerti betapa perihnya luka yang ku alami setelah lelaki yang paling kucintai memutuskan untuk meninggalkanku. Aku memang sangat terluka bu, tapi ibu harus tahu, putrimu ini selalu berusaha untuk tegar. ya, aku selalu berusaha meski belum sepenuhnya aku mampu. Akhirnya pembicaraanpun kami akhiri setelah ibu menasihati agar aku makan lebih banyak dan selalu menjaga kesehatan. 

Beberapa waktu lalu, saat acep memutuskan hubungan kami dengan alasan yang belum bisa ku mengerti, aku merahasiakannya dari ibu. sebab ku tahu ibu akan kecewa karena ibu sudah terlanjur sayang pada acep dan telah merestui hubungan kami. setiap kali ditanya perihal acep, aku selalu bilang bahwa kami  tidak berkomunikasi lantaran sedang bertengkar. tapi ketika aku hendak pindah kerja di subang, aku bercerita apa adanya pada ibu karena beliau terus-terusan bertanya ada masalah apa yang terjadi diantara kami. saat itu, mata sayunya menatapku, seolah ia melihat luka yang tersembunyi dibalik penuturanku.
Ibu lantas menasihati agar aku bersabar. Saat itu aku cuma tersenyum mendengar nasihat ibu, walaupun sebenarnya aku sangat ingin menangis. 

 

***
Bu, terimakasih telah memberiku kekuatan baru. aku sangat mencintaimu, meski tak pernah ku ucapkan. 


***


Subang, 25 September 2012




Subang, I'm coming

Posted by Violet 17.38, under | No comments

Jum’at, 7 September 2012

Jum’at malam, seorang teman dekatku, Zubaidah memberi tahu bahwa siang tadi dia baru saja melakukan interview kerja disebuah perusahaan garmen yang terletak dikawasan bekasi. Tapi karena berbagai pertimbangan, ia memilih untuk tak mengambil kesempatan itu dan menawarkannya padaku. Berhubung perusahaan tersebut sedang membutuhkan dua orang karyawan baru untuk posisi admin personalia dan marketing, maka aku dan kulsum memutuskan untuk mencoba peruntungan disana meski kami berdua sama-sama tak memiliki pengalaman di dua bidang tersebut.
Baru tadi malam kami mendapat informasi mengenai lowongan kerja ini,esok harinya kami berdua diminta datang ke perusahaan tersebut dengan membawa surat lamaran lengkap.
Kami berdua diminta datang sebelum jam 5 sore, maka aku dan kulsum berangkat kesana menggunakan sepeda motor agar bisa tiba disana tepat waktu.
Apa yang kami berdua takutkan terjadi. Lalu lintas sore hari itu tengah tak bersahabat. Kemacetan panjang mengiri perjalanan kami. Parahnya lagi, kami belum pernah datang keperusahaan yang akan kami lamar, jadilah kami kehabisan waktu lantaran kesulitan menemukan alamat. Dari informasi yang kami peroleh dari seorang ibu, akhirnya kami bisa tiba diperusahaan tersebut meski kami telat 20 menit.
Hari itu kami berdua cukup beruntung. Kami bertemu dengan staff personalia yang sangat ramah menyambut kedatangan kami, mbak retno namanya. Setelah diwawancara selama bebera menit oleh beliau, kami langsung berhadapan dengan presdir perusahaan tersebut. Sejujurnya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagiku dan kulsum. Pasalnya, selama beberapa kali melakukan interview saat melamar pekerjaan, ini untuk yang pertama kalinya kami langsung berhadapan dengan si pemilik perusahaan. Menurut informasi yang ku terima dari Zubaidah, perusaan ini membutuhkan seorang karyawan untuk bagian personalia yang akan ditempatkan dibekasi dan seorang lagi untuk menempati posisi marketing dicabang perusahaan yang berada disubang. Dan ternyata informasi tersebut benar adanya. Aku sangat antusias ketika tawaran menjadi marketing datang padaku. Meski aku harus bekerja disubang, tapi bagiku ini adalah tantangan baru. Selain itu subang memang tempat kelahiranku meskipun sejak kecil aku sudah menetap dicileungsi bersama keluargaku. Disana semua keluarga besar ibu berkumpul, jadi aku tak perlu hawatir meski harus hidup berjauhan dengan ibu dan adik-adikku.


Minggu, 9 September 2012

Hari ini aku mengemasi pakaian dan barang-barang seperlunya yang akan ku butuhkan selama berada disubang. Berbekal restu dari ibu, aku berangkat sendiri menuju kediaman saudaraku yang ada disubang. Besok aku dijadwalkan untuk tes ditempat kerja yang baru. Meskipun hasilnya belum pasti apakah aku benar-benar akan diterima bekerja disana atau tidak, ibu meyakinkan aku bahwa apapun keputusannya nanti adalah yang terbaik. Yang terpenting aku sudah berusaha mencobanya.

Senin, 10 September 2012

Aku berangkat pukul 7 pagi dari kediaman pamanku didaerah Ranca Asih  menuju tempat aku melamar kerja. Aku diantar paman dengan sepeda motor. Jarak yang kami tempuh lumayan jauh, setelah hampir 1,5 jam diperjalanan, akhirnya kami tiba di daerah Wantilan, Cipendeuy. Pertama kami singgah di sebuah pesantren dimana putra sulung pamanku mondok. Setelah itu paman segera mengantar ku ke pabrik.

Sesuai waktu yang dijanjikan, aku tiba di PT Dong Yang Nissusindo tepat pukul 9 pagi. Perasaanku hari itu campur aduk, antara deg-degan dan grogi karena berada ditempat asing yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Dan aku hanya sendirian, tanpa didampingi seorangpun yang ku kenal.

Puji syukur ku panjatkan pada Allah SWT setelah akhirnya pukul 11 siang aku selesai menjalani tahap rekrutment. Setelah nego gaji dan sebagainya, aku dinyatakan diterima bekerja disana. Awalnya pihak HRD memintaku agar mulai bekerja pada hari kamis tgl 13 September, tapi presdir bilang sebaiknya aku mulai masuk kerja minggu depan saja, tgl 17 September. Alasannya agar aku lebih leluasa dalam mencari tempat tinggal selama aku bekerja disubang.  Terimakasih ya Allah…

Saat keluar dari gerbang PT Dong Yang, ku lihat pamanku sudah menunggu. Kami lalu bergegas kembali ke pondok tempat putra paman berada. Setibanya disana, aku disambut hangat oleh sepupuku yang tak lain adalah putra pamanku. Tak lama kemudian, datang seorang ustadz muda yang baru ku ketahui bahwa beliau adalah adik ipar pemilik pesantren itu. Pesantren As-salaam Post namanya. Aku, paman dan Ustadz Koko lantas berbincang banyak mengenai banyak hal. Aku agak terkejut ketika ustadz koko menawarkan aku untuk tinggal dipondok tersebut. Menurutnya, pondok ini memang sempat mengadakan program santri karyawan hanya saja belum efektif. Meski demikian, aku tak langsung menerima tawaran baik tersebut. Aku memilih untuk mempertimbangkannya dulu dan membicarakannya dengan ibu.

Selasa,11 September 2012

Aku masih punya waktu enam hari sebelum mulai bekerja di perusahaan yang baru. Oleh karena itu aku memutuskan untuk pulang lagi ke cileungsi dan kembali ke Subang dua hari sebelum masuk kerja. Dan siang ini aku pulang kecileungsi, membawa kabar baik untuk keluargaku bahwa aku telah diterima bekerja diperusaan yang baru dengan gaji yang lebih baik dari tempat kerjaku sebelumnya.
InsyaAllah….


 *************
Sabtu, 15 September 2012

Hari ini, dengan tekad yang sudah bulat, aku berangkat lagi kesubang. Meninggalkan keluarga tercinta, para sahabat terdekat, dan membawa serta luka dan semua kenangan tentang lelaki yang paling kucintai. 
Disana, sesuai keinginan ibu, aku akan tinggal dipesantren tempat putra pamanku menimba ilmu. 

Bismillah... 

Dan hari ini kan ku buka lembaran baru dalam hidupku. 



















Dan aku melepasmu karena Allah

Posted by Violet 12.44, under | No comments


1 September 2012

Bisa bertemu denganmu lagi adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagiku. itu juga yang aku rasakan hari ini. saat kamu bilang bahwa besok kamu akan datang ke cileungsi, ketempatku.
Aku tak tahu apa yang mendasarimu tiba-tiba ingin datang ke tempatku, karna biasanya setiap kali ku minta kamu untuk datang kamu selalu punya alasan untuk menolaknya.


2 September 2012

Harap-harap cemas aku menunggu kabar darimu. sejak semalam tak satupun sms ku kamu balas, hp mu bahkan tidak aktif. Hingga minggu pagi kamu masih belum memberi kabar apakah jadi datang atau tidak. tadinya aku ingin mandi pagi-pagi agar saat kamu datang aku sudah rapi. ternyata hingga pukul 9 pagi kamu belum juga memberi kabar. akupun melakukan tugas ku dirumah dengan enggan. malas karena sepertinya kamu tidak jadi datang.

Setelah seisi rumah ku rapihkan, aku masuk ke dalam kamar. baru saja aku hendak melihat hp ku apakah ada kabar darimu atau tidak, tiba-tiba aku dikejutkan suara ibu yang memanggilku dari luar. ibu bilang bahwa kamu datang. 

Tanpa ku duga hari ini kamu mengajakku pergi nonton, dan setelah minta izin pada ibu kita berduapun pergi ke cibubur junction. hari ini ada banyak hal yang tidak akan pernah bisa kulupakan. jangankan bisa pergi berdua denganmu, melihatmu saja rasanya sudah sangat menyenangkan. Setelah selesai nonton, kita pun memutuskan untuk segera pulang mengingat hari sudah semakin sore.

Sepanjang jalan menyusuri jambore, aku bercerita padamu tentang pengalaman pahit yang ku alami ditempat yang sama. aku bercerita ketika dulu aku pernah datang ke tempat ini untuk janjian bertemu denganmu. ternyata saat aku sudah sampai di junction kamu bilang bahwa kamu baru saja berangkat dari bandung, itu artinya aku harus menunggu mu selama kurang lebih 4 jam. Saat itu tentu saja aku marah. tanpa pikir panjang lagi aku pun pulang dengan perasaan lelah, sedih dan kesal. lelah karena hari itu aku baru saja pulang kerja dan langsung berangkat ke cibubur, sedih karena aku harus jalan sendirian ke jambore dan kesal karena kamu tidak bisa datang tepat waktu. 
saat ku ceritakan semua itu kamu cuma bisa tersenyum tanpa rasa bersalah. tapi semua itu cuma cerita lalu, yang akan selalu ku ingat. ya, ku bilang padamu bahwa segala hal terbaik dan yang terburuk dalam hubungan kita akan selalu ku ingat.



tiba dicileungsi kamu mengajakku makan ditempat yang sering ku ceritakan padamu tapi belum pernah kamu kunjungi. tempat itu adalah warung bakso bakar. tempat faforit aku dan teman-temanku. sesampainya disana ternyata warung bakso itu sedang sepi pengunjung. hanya ada beberapa pelayan dan sepasang muda mudi.setelah memilih meja, kita pun duduk berhadapan. 


Setelah selesai makan, tiba-tiba kamu bilang ingin mengatakan sesuatu. aku menunggu.
Dan dengan nada yang dibuat setenang mungkin, kamu bilang, 
"yank, kayanya kita pacarannya udahan dulu deh. " 
aku syok, bingung, dan tak tau harus berkata apa. kamu hanya memberi sedikit penjelasan yang intinya kamu hanya ingin agar aku bebas. tapi yang paling menyakitkan adalah ketika kamu bilang bahwa ternyata aku bukan orang yang mendukung keinginan-keinginanmu. kamu tahu, saat itu otakku sudah tak mampu lagi menyerap kata demi kata yang kamu sampaikan. Wajahku tiba-tiba terasa panas. ingin ku tampar pipimu, ingin ku ludahi wajahmu didepan orang-orang. Tapi aku terlalu mencintaimu. tak akan ku sakiti wajahmu dengan tanganku, dan tak akan mampu aku mempermalukanmu didepan orang banyak. 

Aku mencoba tegar meski luka yang ditorehkan lelaki yang paling ku cintai teramat dalam dan menyakitkan. dan ku katakan pada hatiku, aku tak boleh menitikkan air mata untuk orang yang ternyata lebih bahagia jika aku tak bersamanya. 

aku tak bisa berkata banyak, meski sempat beberapa kali ku ingatkan dirimu tentang janji-janji yang pernah kita buat bersama. tapi semua percuma. kamu menutup kalimat-kalimatku hanya dengan bilang bahwa kamu tak akan merubah pendirianmu. aku juga tak bisa berbuat banyak. aku tak ingin menjadi pengemis cintamu seperti yang dulu pernah ku lakukan ketika aku meminta agar hubungan kita break dulu. aku tak akan mengulanginya. aku bersumpah. 

Begitu cepatnya badai ini datang.. sebelum aku menceritakan tentang pengalamanku selama kabur dari rumah, sebelum ku ceritakan tentang pengalamanku selama dicianjur, dan banyak lagi yang sebenarnya ingin ku ceritakan padamu. Tapi kamu telah mendahului untuk menyudahi semuanya. 

Ah Lelakiku....

Seandainya tuhan memberikan kesempatan untuk menghapus SATU hari saja dalam hidup ini, aku tak akan menghapus hari dimana saat kamu meninggalkan aku, tapi aku akan menghapus hari saat kamu menyatakan cinta padaku. 

dengan begitu perpisahan ini tak akan pernah terjadi dan hubungan kita akan tetap berjalan baik sebagai seorang sahabat. Tapi tuhan mengariskan lain. kita ditakdirkan untuk saling mencintai.

***

Hari-hari yang ku lalui setelah ditinggal olehmu menjadi hari yang dipenuhi do'a-do'a dan harapan.  setiap waktu ku perbanyak memohon pada Allah agar aku diberi kekuatan lebih dalam menghadapi kenyataan ini. kenyataan bahwa orang yang paling aku cintai telah pergi. Maka setiap kali aku merindukanmu, ku tegaskan pada hati ini, bahwa kini kamu lebih bahagia karna sudah melepasku. Aku juga selalu berdo'a agar tuhan segera mengirimkan penyembuh bagi hati yang terluka ini. Ku minta pada tuhan agar memberiku kekuatan lebih dalam menghadapi setiap kerikil yang menyapa jalan hidup ini, karena ku tahu ini pasti yang terbaik. 

Aku tak mengerti bagaimana caranya mencintai seseorang. karena saat mencintaimu, aku merasa telah melakukan segala yang aku mampu. tapi bahkan sekeras apapun usahaku agar tetap bisa berada disampingmu, kamu tetap pergi. 

Tugasku kini adalah berdamai dengan hati. Belajar mema'afkan diri sendiri yang terlalu mencintaimu. Mencoba untuk tak mendendam, belajar untuk tak mengulangi kesalahan yang pernah ku buat saat bersamamu hingga kamu pergi meninggalkan ku.

Aku menyadari betapa banyak dosa yang telah kita perbuat selama berpacaran. Demi mengatas-namakan cinta, kita telah banyak melupakan Allah.Maka kini, aku ikhlas melepasmu karna Allah...


Cinta, semoga segala impianmu bisa tercapai. Do'aku selalu mengiringimu.

Jika kita memang berjodoh, tuhan pasti akan mempertemukan kita dengan skenario-Nya yang indah.
Tapi jika kita tak dipersatukan lagi, percayalah bahwa wanita yang tuhan kirim untuk mendampingimu adalah wanita terbaik pilihan-Nya. 


Subang, 29 September 2012





Aku Mencintaimu

Posted by Violet 17.23, under | No comments


Mei 17, 2010


Sidang laporan praktek industri mu sedang berlangsung, aku ditemani sahabat baikku, aulia menunggumu diperpustakaan kampus. menunggu dengan harap-harap cemas. satu jam lebih aku menunggumu dan akhirnya kamu muncul dengan wajah tenang lalu menceritakan proses sidang yang baru saja kamu jalani.
setelah urusan dikampus selesai, aku memberitahumu bahwa mantan pacarku ingin bertemu dengan ku. aku menangkap ada gurat kekecewaan diwajahmu dan aku pura-pura tak mengetahuinya. maka ku putuskan kita berdua akan sama-sama menemuinya. aku, sohibku, kamu, dan mantan pacarku, kita berempat akhirnya pergi bersama, menikmati mie ayam pinggir jalan.

setelah selesai pertemuan, kita kembali ke tempat masing-masing. tiba-tiba kamu mengajakku duduk-duduk di pinggir tol jagorawi, tak jauh dari tempat ku menginap. akhirnya kita duduk berdua diatas rerumputan, bersisian menghadap jalan raya. untuk beberapa saat kita hanya membisu sambil menikmati makanan yang sengaja kita beli. akhirnya aksi berfoto pun kita lalukan dan setelah itu kita kembali duduk bersisian. tiba-tiba kamu bilang padaku bahwa kamu ingin menyampaikan sesuatu padaku tapi tak berani mengatakannya. aku bingung. ku desak kamu bicara dan akhirnya kata-kata itu terlontar dari bibirmu dengan nada gugup. "maukah kamu jadi pacarku?"
mendengar suaramu mengatakan itu, aku diam seribu bahasa. rasa tak percaya, bahagia, semua jadi satu. akhirnya setelah kesadaran diriku kembali seutuhnya kuberanikan duduk tepat dihadapanmu dan bilang, "aku mau jadi pacarmu".

December 15, 2010


Perjalanan menuju terminal Pulogadung

Hari ini  akan jadi hari yang bersejarah dalam hubungan kita. Karena hari ini kamu akan pergi ke tempat yang jauh, NTB. Dan kita akan bertemu untuk terakhir kalinya sebelum berpisah untuk waktu yang lama. Sedih rasanya. Sepanjang perjalanan menuju terminal, ku ingat semua kenangan manis saat bersamamu. Ya tuhan, entah kapan kenangan-kenangan manis itu bisa terulang kembali sementara kita akan berjauhan. Belum juga perpisahan itu terjadi aku sudah menitikkan air mata. Membayangkan hari-hari kelam yang bakal ku lalui tanpa mu.
Sekitar dua jam perjalanan, aku tiba di pulogadung. Ternyata kamu belum sampai, masih di perjalanan dari bandung menuju terminal. Lama aku menunggumu mu lalu tiba2 kamu menelepon ku dan mengatakan kalau kamu sudah ada didalam bus yang akan membawamu. kamu bilang bus akan segera berangkat, aku panik, takut tak bisa melihatmu lagi hingga akhirnya aku memohon padamu agar turun dulu dan menemuiku.
mataku tak bisa lepas dari menatap bus yang sudah siap berangkat dan betapa gembiranya aku saat melihatmu turun dari bus. sungguh, saat itu ingin kupeluk dirimu untuk yang terakhir kalinya, tapi ku tau itu tak mungkin. melihatmu dan bisa mencium tanganmu sudah cukup bagiku. setelah ku serahkan kenang-kenangan padamu, kitapun berpisah. kamu naik lagi kedalam bus, membawa pergi separuh jiwaku bersamamu. ah cinta.. andai kamu tau betapa perpisahan ini sangat menyakitkan bagiku... setelah bus yang kau tumpangi benar2 pergi dan tak terlihat lagi oleh mataku, barulah aku melangkah pulang. sungguh, aku tak mampu lagi membendung air mata yang sejak tadi kutahan. aku tak ingin menangis didepanmu karna aku tak ingin memberatkan langkah mu dalam mencapai apa yang kamu cita-citakan. saat air mata ini tumpah, aku baru sepenuhnya sadar, bahwa sebenarnya aku tak pernah rela kamu pergi. aku tak pernah bisa jauh darimu karna aku sangat mencintaimu. didalam busway yang membawaku pulang, beberapa pasang mata menatapku iba karna aku tak bisa berhenti menangisi kepergianmu.


August 25, 2011

Tuhan mengabulkan do'a yang selalu ku panjatkan setiap hari. bisa melihatmu lagi. setelah 8 bulan terpisah, akhirnya kamu memutuskan untuk kembali ke tempat dimana kita bisa selalu bersama. tuhan mempertemukan kita kembali. saat melihatmu lagi, aku merasa bahwa separuh jiwaku telah pulang.. hidupku terasa sempurna kembali, dan hariku bersinar lagi. semua itu karena mu sayank...


December 31, 2011

Malam tahun baru 2011 lalu kamu masih di NTB. kamu bilang padaku bahwa malam tahun baru 2012 nanti kamu akan berusaha untuk bisa datang ke tempatku dengan begitu kita bisa melewati pergantian tahun bersama-sama. dan hari ini kamu tepati janjimu. bersama kita lewati malam pergantian tahun. senang sekali rasanya.


Awal tahun 2012

Aku tak pernah tahu seperti apa yang disebut 'sempurna' itu. Tapi memilikimu bagiku adalah kesempurnaan dari hidupku. Tahun ini hubungan kita memasuki usia dua tahun. Telah banyak masa-masa indah dan pahit yang kita lalui bersama. indahku: adalah saat bersamamu, dan pahitku: adalah saat kamu tak disampingku. Aku teringat akan ucapan seorang sahabatku bahwa laki-laki didunia ini hanya ada dua macam, Homo atau Brengsek. Mendengar kata-kata itu aku hanya tersenyum. tapi tiba-tiba aku teringat padamu. Kamu mencintaiku, itu artinya kamu bukan seorang Homo. Kamu lelaki terbaik yang pernah singgah dihatku, yang menerimaku apa adanya, memberiku sejuta kasih sayang, perhatian dan tak membuka pintu hatimu untuk wanita lain. maka ku yakinkan pada diriku bahwa kamu juga bukan lelaki brengsek.

January 14, 2012

Sudah beberapa minggu ini aku dirundung galau berat. aku dibuat dilema lantaran semakin hari aku melihat semakin ada yang tak beres dengan mu. puncaknya, hari ini, setelah ku keluarkan semua uneg-uneg yang ada dihati saat kita chatting, aku bilang bahwa hubungan kita sebaiknya break dulu. kata-kata itu ku tulis begitu saja lantaran aku terbawa emosi. dan ternyata kamu tak membalas pesanku, seolah memberi sinyal bahwa kamu setuju untuk break. beberapa waktu kemudian, setelah emosiku mereda aku baru menyadari bahwa sebenarnya aku tak pernah serius mengatakan ingin putus dengan mu. Akhirnya aku mengirim sms padamu yang menyatakan permohonan maafku, tapi berkali-kali sms ku tak pernah kau balas lagi. Sudah hampir satu minggu kamu mendiamkan aku. sms ku tak dibalas, teleponku tak diangkat. Aku sangat sedih. sungguh, aku belum siap kehilanganmu sayank...

hingga akhirnya setelah lelah menunggu kepastian darimu, aku mengirimi mu sms-sms yang
dulu pernah kamu tulis untukku. isinya adalah semua kata-kata manismu untukku, janji-janjimu, tujuanku adalah agar kamu tak meninggalkanku karna kamu punya janji yang harus kamu tepati. dan ku sampaikan permohonan maafku lagi entah untuk keberapa kalinya.
Tanpa ku duga kamu membalas sms-sms ku. dan betapa sakitnya aku saat kamu bilang, "mungkin kita sedang berusaha memasuki friend zone". Aku lunglai, tak tahu harus berbuat apa lagi untuk merubah pendirianmu. Sungguh, aku benar-benar dibuat menjadi pengemis cinta saat itu. meski begitu, secara tegas ku balas sms mu dengan mengatakan bahwa aku tak mau jadi temanmu, tak mau putus denganmu. dan ternyata kamu bilang hal yang sama padaku, bahwa kamu juga tak ingin putus denganku. Dan hari itu aku sangat bahagia....

sejak hari itu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak akan pernah berpikir untuk meninggalkanmu lagi, akan selalu mendampingi hari-harimu, dalam suka dan duka seperti yang selalu kita lakukan sebelumnya.

January 26, 2012


Hari ini aku seperti memiliki semangat baru. Tepatnya setelah aku membaca pesan yang kamu tulis saat chatting bersamaku. 

Jan 26 9:57 AM
kendri97:ayank




  • Jan 26 9:57 AM
    Astria: ya cinta
  • Jan 26 9:57 AM
    kendri97: cep mau ngomong sesuatu
  • Jan 26 9:58 AM
    Astria: apa?
  • Jan 26 9:58 AM
    kendri97: cep mau negasin kalau cep bisa nikah kalau cep dah punya rumah
  • Jan 26 9:59 AM
    kendri97: anggap aja rumah ni syarat cep bisa nikah dari ortu cep
  • Jan 26 10:00 AM
    Astria: ya
  • Jan 26 10:01 AM
    kendri97: dan target rumah tu jadi sekitar 2 tahun lagi dari sekarang
  • Jan 26 10:01 AM
    kendri97: setelah itu cep mau nabung buat kita bisa nikah yank
  • Jan 26 10:01 AM
    kendri97: jadi sekitar tiga tahun lagi kita baru bisa nikah
  • Jan 26 10:01 AM
    Astria : iya
     

  • Membaca kata-kata yang kamu tulis seperti membuka jalan pikiran ku yang selama ini kalut karena kondisi hubungan kita. Ya, semoga aku bisa bersabar menunggu dan mendampingimu.  


    July 15, 2012

    Hari ini aku bisa bertemu denganmu lagi.Senang sekali rasanya. Dan bukan hanya itu saja, hari ini kita banyak berbicara tentang masa depan kita. melihat dari sejarahnya hubungan kita, kita sama-sama tahu bahwa kita telah banyak melanggar batas. Oleh karena itu kitapun membuat kesepakatan kalau kita hanya akan bertemu sebulan sekali. Kamu juga bilang bahwa kamu akan segera membangun rumah untuk tempat tinggal kita nanti jika sudah menikah. kamu bilang setelah kita menikah nanti kamu akan menguliahkan aku agar aku memiliki kegiatan setelah tinggal dirumah kita nanti. Kamu juga ingin aku menjadi guru dibandung. kita lantas berhayal banyak tentang masa depan kita. Ah cinta... semuanya terasa begitu indah.

    Kamu tahu sayank, setiap hari aku selalu berdo'a agar rumahmu segera selesai dibangun agar kita bisa segera menikah. dengan begitu kita tak akan menambah dosa yang sudah ada setiap kali melepas rindu setelah lama tak berjumpa. aku selalu berdo'a untuk hubungan kita, agar tuhan selalu menjaga hatimu hanya untuk ku, begitupun aku.

    Cinta...Aku mencintai dan menyayangimu lebih dari yang kamu tahu, lebih dari yang kamu lihat, lebih dari yang kamu dengar dan lebih dari yang kamu rasakan.


    Cileungsi, Agustus 2012





    Talking with Them

    Posted by Violet 16.19, under | No comments

    Postingan yang ku buat kali ini khusus berisi potongan-potongan pembicaraan antara aku dengan pacar, sohib terdekat maupun temen kerja. (Idiiih, Penting gak seeeh??)
    Emang gak penting sih, Iseng-iseng aja... buat bikin penuh daftar isi. hehehe... bagi yang namanya ikut kesebut juga.. maapin yeee...!!
    Cekidot!!

    **********
    Chat on fb with my partner.

    iqbal   : Neng, tau gak bedanya rumus kimia sama kamu?
    Astria : gak tau pak. nyerah dech...
    Iqbal   : Klo rumus kimia susah diinget, tapi klo kamu susah dilupakan. :D
    Astria : Gubrakkk. Gombaal. hahahaha... :p


    iqbal     : Neng, bapaknya tukang bengkel ya?/ko tau?/ pantesan tiap hari makan baud!
    Astria   : Pak iqbal bapaknya jurur masak ya?/ ko tau?/ tuh badan pak iqbal kaya langseng!
    Pak leman: neng, kerja di pabrik keramik ya?/ko tau?/ tu mukanya kaya glazur.
    Astria : grrrrrrrrrrrr.....

    **********
    Chat on YM with my partner.

    darmawan_rb: Ol terus ni.. mentang-mentang gak da bos.
    astria_90        : bos ada kalee... 
    darmawan_rb: kan lagi medical chek up.
    astria_90        : masa sih?
    darmawan_rb: iya. eh mot, liat status gw deh. ada lambang BB nya gak?
    astria_90        : status apaan? dimana?
    darmawan_rb: status di fb lah, dodol...
    astria_90        : owh. kirain status di KTP. =))
    darmawan_rb: dongoooo... wkwkwkwkwk...

    **********
    Chat on gmail with my boyfriend.

    astria_90: yank, I love You
    kendri97 : hehehe...
    astria_90: idih, nyengir doank..
    kendri97 : hehehe...
    astria_90: idih nyengir wae. kering tuh gigi.
    kendri97 : hehehe...
    astria_90: eeeet dah dibilangin.. pulang yuk. 
    kendri97 : ayu.
    satu menit kemudian...
    astria_90: ko masih oL? katanya mau pulang..
    kendri97 : iya ayu.
    astria_90: namaku astria. bukan Ayu.
    kendri97 : ih dodol. iya hayu pulang. 
    astria_90: dodol tu makanan tau.! yaudah hayu pulang. eh yank, sebagai pacar yang baik harusnya tuh kamu jemput as terus anter as pulang.  :D
    kendri97: sebagai calon istri yang baik harusnya ayank tu pulang sendiri. hehehehe...
    astria_90: sueeeeeeeeee... lo, gue, end.



    February 2012

    Selamanya kita bersama, Semoga!

    Posted by Violet 11.30, under | No comments

    hari-hari yang penuh dengan berbagai masalah dan cobaan terkadang terasa ringan saat aku berkumpul dengan mereka, para sahabat terbaikku. Ya, mereka yang jadikan hari-hariku indah dan penuh keceriaan.

    Saat masih di bangku TK, aku telah memiliki sahabat baik, mereka adalah Zubaidah, Cici, Mikdad dan Anis. Berlima kami lalui masa kecil kami dengan keakraban yang kian terasa. Dan memasuki sekolah MI, kami masih bersama; belajar, bermain bahkan berlomba meraih prestasi disekolah. Tapi seiring berjalannya waktu keakraban kami berlima malah berkurang. Kami terpecah dengan kelompok dan teman main masing-masing. Kecuali aku dan Mikdad. Di madrasah tsanawiyah, aku menemukan teman akrab yang baru. Mereka adalah Kulsum, Hanifah, Nung, dan Umi. Sebenarnya mereka teman ku juga sejak kami sama-sama masih di taman kanak-kanak. Hanya saja persahabatan kami berlima baru benar-benar terjalin saat di kelas dua MTs. Tapi sayang, Nung harus meninggalkan kami berempat karena setelah lulus MTs dia pergi ke kota asalnya dan kami belum pernah bertemu lagi hingga sekarang.

    Memasuki sekolah Aliyah, aku mendapat sahabat baru lagi, Aulia dan Reny. Tapi setelah lulus Aliyah Reny kembali ke kota asalnya dan melanjutkan kuliah disana. Sementara aku, Zubaidah, Kulsum dan Aulia mengikuti pendidikan di Yayasan Bogor Educare. Sedangkan Umi, Hanifah dan Mikdad, mereka bekerja di daerah Cileungsi. 

    Ini dia sahabat2 terbaikku;

    Anis, dia teman mainku semasa kecil. Saat masih di TK kami selalu main bersama-sama. Tapi karna dulu sewaktu MI kami tak satu kelas lagi, hubungan kamipun jadi tak terlalu akrab lagi. Sekarang, sesekali aku bertemu dengannya, dia masih tetap anis yang dulu,






    Mikdad, Kami bersahabat sejak masih TK hingga sekolah Aliyah. Hanya saja setelah lulus Aliyah kami jarang komunikasi dan bertemu karna kesibukan masing-masing. Mikdad sahabat terbaikku selama kami bersekolah. Selama aku berganti-ganti kelompok bermain, cuma Mikdad yang tak pernah renggang.

     

    Zubaidah, Seperti hal nya Anis dan Mikdad, Bedah juga teman main ku semasa kecil. Selain karna kami dulu bertetangga, kami juga sekolah selalu sama-sama, di Al-fatah. Hanya saja sejak kelas dua MTs hingga memasuki sekolah Aliyah hubungan kami tak seakrab dulu. Tapi semuanya kembali seperti semula sejak kami sama-sama masuk BEC.


    Kulsum. Sebenarnya sejak TK kami sekolah ditempat yang sama. Tapi dulu kami tak pernah akrab. Hanya kenal sebatas teman sekolah. Tapi memasuki sekolah MTs kami jadi sangat akrab hingga saat ini. Dulu begitu banyak masa-masa sulit yang kami lalui bersama, saat teman-teman sekelas memisahkan diri dari kami. Dan masa-masa sulit itulah yang semakin mempererat persabatan kami.



    Hanifah, sama seperti kulsum, sejak kecil kami sekolah ditempat yang sama. Tapi persahabatan kami baru benar-benar terjalin sejak duduk di bangku MTs hingga saat ini.
     Umi, aku mengenalnya sejak umi sekolah di MTs yang sama denganku. Dan persabahatan kami baru benar-benar terjalin saat kami duduk dibangku Aliyah. Sekarang umi sudah menikah, tapi semoga saja persahabatan kami masih tetap seakrab dulu, meski beberapa bulan yang lalu kami sempat renggang karna suatu masalah, dia tetap sabahat terbaikku.



    Aulia, dulu kami tak pernah saling kenal. Tapi saat dia pindah dari Lampung dan melanjutkan sekolah Aliyah di daerah tempat tinggalku, kami lantas saling mengenal dan kian akrab satu sama lain. Dan hingga saat ini, kami masih berteman akrab.

    Reny, Sama seperti Aulia, aku baru mengenalnya saat kami sama-sama sekolah di Aliyah Al-fatah. Selepas Aliyah reny kembali ke kota asalnya. Kami jadi jarang bertemu, paling hanya sesekali saat ada even-even tertentu.






    Dan sekarang, inilah kami;


    Thanks All for being my best friend.. ^_^

    My Music