hari-hari yang penuh dengan berbagai masalah dan cobaan terkadang terasa ringan saat aku berkumpul dengan mereka, para sahabat terbaikku. Ya, mereka yang jadikan hari-hariku indah dan penuh keceriaan.
Saat masih di bangku TK, aku telah memiliki sahabat baik, mereka adalah Zubaidah, Cici, Mikdad dan Anis. Berlima kami lalui masa kecil kami dengan keakraban yang kian terasa. Dan memasuki sekolah MI, kami masih bersama; belajar, bermain bahkan berlomba meraih prestasi disekolah. Tapi seiring berjalannya waktu keakraban kami berlima malah berkurang. Kami terpecah dengan kelompok dan teman main masing-masing. Kecuali aku dan Mikdad. Di madrasah tsanawiyah, aku menemukan teman akrab yang baru. Mereka adalah Kulsum, Hanifah, Nung, dan Umi. Sebenarnya mereka teman ku juga sejak kami sama-sama masih di taman kanak-kanak. Hanya saja persahabatan kami berlima baru benar-benar terjalin saat di kelas dua MTs. Tapi sayang, Nung harus meninggalkan kami berempat karena setelah lulus MTs dia pergi ke kota asalnya dan kami belum pernah bertemu lagi hingga sekarang.
Memasuki sekolah Aliyah, aku mendapat sahabat baru lagi, Aulia dan Reny. Tapi setelah lulus Aliyah Reny kembali ke kota asalnya dan melanjutkan kuliah disana. Sementara aku, Zubaidah, Kulsum dan Aulia mengikuti pendidikan di Yayasan Bogor Educare. Sedangkan Umi, Hanifah dan Mikdad, mereka bekerja di daerah Cileungsi.
Ini dia sahabat2 terbaikku;
Anis, dia teman mainku semasa kecil. Saat masih di TK kami selalu main bersama-sama. Tapi karna dulu sewaktu MI kami tak satu kelas lagi, hubungan kamipun jadi tak terlalu akrab lagi. Sekarang, sesekali aku bertemu dengannya, dia masih tetap anis yang dulu, Mikdad, Kami bersahabat sejak masih TK hingga sekolah Aliyah. Hanya saja setelah lulus Aliyah kami jarang komunikasi dan bertemu karna kesibukan masing-masing. Mikdad sahabat terbaikku selama kami bersekolah. Selama aku berganti-ganti kelompok bermain, cuma Mikdad yang tak pernah renggang.
Zubaidah, Seperti hal nya Anis dan Mikdad, Bedah juga teman main ku semasa kecil. Selain karna kami dulu bertetangga, kami juga sekolah selalu sama-sama, di Al-fatah. Hanya saja sejak kelas dua MTs hingga memasuki sekolah Aliyah hubungan kami tak seakrab dulu. Tapi semuanya kembali seperti semula sejak kami sama-sama masuk BEC.
Kulsum. Sebenarnya sejak TK kami sekolah ditempat yang sama. Tapi dulu kami tak pernah akrab. Hanya kenal sebatas teman sekolah. Tapi memasuki sekolah MTs kami jadi sangat akrab hingga saat ini. Dulu begitu banyak masa-masa sulit yang kami lalui bersama, saat teman-teman sekelas memisahkan diri dari kami. Dan masa-masa sulit itulah yang semakin mempererat persabatan kami.
Hanifah, sama seperti kulsum, sejak kecil kami sekolah ditempat yang sama. Tapi persahabatan kami baru benar-benar terjalin sejak duduk di bangku MTs hingga saat ini. Umi, aku mengenalnya sejak umi sekolah di MTs yang sama denganku. Dan persabahatan kami baru benar-benar terjalin saat kami duduk dibangku Aliyah. Sekarang umi sudah menikah, tapi semoga saja persahabatan kami masih tetap seakrab dulu, meski beberapa bulan yang lalu kami sempat renggang karna suatu masalah, dia tetap sabahat terbaikku.
Aulia, dulu kami tak pernah saling kenal. Tapi saat dia pindah dari Lampung dan melanjutkan sekolah Aliyah di daerah tempat tinggalku, kami lantas saling mengenal dan kian akrab satu sama lain. Dan hingga saat ini, kami masih berteman akrab.
Reny, Sama seperti Aulia, aku baru mengenalnya saat kami sama-sama sekolah di Aliyah Al-fatah. Selepas Aliyah reny kembali ke kota asalnya. Kami jadi jarang bertemu, paling hanya sesekali saat ada even-even tertentu.
Dan sekarang, inilah kami;
Thanks All for being my best friend.. ^_^





.jpg)




0 komentar:
Posting Komentar